Monday, April 22, 2013

Brainstorming (sumbang saran)

Posted by fitrial izhaman On 2:30 AM | No comments

Salah satu keharusan bagi seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah mampu memberikan teknik penyajian materi yang sesuai kebutuhan peserta didik. Pemberian teknik penyajian materi yang tepat sasaran oleh guru dapat menjadikan proses pembelajaran semakin efektif dan efisien dan meningkatkan hasil belajar.

Teknik penyajian pembelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang di kuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunakan oleh siswa dengan baik.

Dalam tulisan ini peneliti akan menjelaskan secara rinci satu teknik atau strategi yang bersangkutan dengan judul tulisan peneliti yaitu teknik brain storming. Namun sebelum kita membahas tentang teknink brain storming, alangkah baiknya kita mengetahui sejarah singkat teknik brain storming. Asal brainstorming datang dari Alex Osborn Faickney pada tahun 1939 sebagai sebuah metode untuk pemecahan masalah secara kreatif. Ia frustrasi oleh ketidak mampuan karyawan untuk mengembangkan ide-ide kreatif individu untuk kampanye iklan. Sebagai tanggapan, dia mulai berpikir hosting kelompok sesi dan menemukan peningkatan yang signifikan dalam kualitas dan kuantitas ide yang dihasilkan oleh karyawan. Setelah mengatur penemuan, metode brain storming dipopulerkan oleh Alex Osborn Faickney pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi.[1]

1. Pengertian
Metode brain storming adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode brain storming pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi.

Roestiyah mengatakan dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar “Metode Brain storming adalah suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang singkat”.[2]

Tujuan brain storming adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mind map) untuk menjadi pembelajaran bersama. Metode ini digunakan untuk menguras habis apa yang dipikirkan para siswa dalam nmenanggapi masalah yang dilontarkan guru di kelas tersebut.

2. Langkah-langkah Penerapan
Cara penerapan metode brain storming dibagi menjadai dua penugasan yaitu tugas untuk guru dan siswa.Tugas guru dalam penerapan metode ini adalah memberikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/ salah, juga tidak perlu disimpulkan, guru hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, sehingga semua siswa di dalam kelas mendapat giliran, tidak perlu komentar atau evaluasi. Sedangkan Siswa bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat, komentar atau bertanya, atau mengemukakan masalah baru, mereka belajar dan melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaan dari guru agar turut berpartisipasi aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya. (Roestiyah 2008: 74)

Untuk lebih detail cara penyajian atau penerapan metode brain storming maka peneliti akan membaginya menjadi lima langkah sebagai berikut:

a) Guru membagi murid kedalam beberapa kelompok serta menjelaskan latar belakang masalah yang akan dihadapi untuk merangsang pikiran siswa dan mengajak siswa untuk turut aktif dalam menyumbangkan pemikirannya.

b) Pada tahap ini siswa diundang untuk memberikan saran, ide, pendapat sebanyak-banyaknya. Semua saran yang masuk ditulis oleh ketua masing kelompok dan tidak dikritik. Siswa hanya boleh bertanya untuk meminta penjelasan.

c) Setelah semua saran, ide, pemikiran siswa ditulis dalam kelompok masing-masing. Ketua menjelaskan saran, ide, pendapat yang didapat dalam kelompoknya di depan kelas. Dan kelompok lain mencatatnya, dan dilakukan secara bergilir.

d) Semua kelompok secara bersama melihat kembali saran, ide, pendapat yang telah didapat dari setiap kelompok. Untuk diuji relevansinya dengan permasalahannya. Apabila terdapat saran, ide, pendapat yang sama, maka diambil salah satunya dan saran, ide, pendapat yang tidak relevan bisa dicoret.

e) Pada tahap akhir,Guru dan siswa mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat. Serta penutupan oleh guru.

3. Keunggulan dan Kelemahan Metode Brainstorming
Brainstorming dalam bahasa Indonesia disebut sebagai curah gagas/ curah pendapat/ sumbang saran. Dengan demikian keutamaan metode brainstorming ini adalah penggunaan kapasitas otak dalam menjabarkan gagasan atau menyampaikan suatu ide. Dalam proses brainstorming, seseorang akan dituntut untuk mengeluarkan semua gagasan sesuai dengan kapasitas wawasan dan psikologisnya. Metode brainstorming adalah metode yang sangat tepat untuk menjabarkan proses tersebut dengan mudah dan efisien.

Keunggulan metode brainstorming yaitu :
1. Anak-anak berfikir untuk menyatakan pendapat.
2. Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis.
3. Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru.
4. Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran.
5. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang sudah pandai atau dari guru.
6. Terjadi persaingan yang sehat.
7. Anak merasa bebas dan gembira.
8. Suasana demokratis dan disiplin dapat ditumbuhkan.

Sedangkan hal-hal yang perlu diatasi dalam penggunaan metode brainstorming yaitu :
1. Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir dengan baik.
2. Anak yang kurang pandai selalu ketinggalan.
3. Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.
4. Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul atau salah.
5. Tidak menjamin hasil pemecahan masalah.
6. Masalah bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan. (Roestiyah, 2001:74-75).

Berbagai kekurangan tersebut dapat diatasi apabila seorang guru atau pimpinan dalam kelas bisa membaca situasi dan menguasai kelas dengan baik untuk mencari solusi. Guru harus bisa menjadi penengah dan mengatur situasi dalam kelas sebaik mungkin. Caranya yaitu dengan menguasai betul-betul materi yang akan disampaikan dan membuat perencanaan proses belajar mengajar dengan matang.

[1] http://dgs62.blogspot.com/2011/06/brainstorming-oleh-dadang-s.html diakses oleh Fitrial Izhaman di Banda Aceh 12/04/13.

[2] Roestiah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008. Hal 73-74.

Kalender

Follow Meyzza Blog

Iklan

PPC Iklan Blogger Indonesia

Statistik